RSS

Fisika yang menyebalkan. Dinikmati jadi memusingkan. Tapi ku cinta...

Fisika yang menyebalkan. Dinikmati jadi memusingkan. Tapi ku cinta...

Selamat pagi Senin

Aku ingin bercerita tentang senin pagi yang bertepatan dengan hari nyepi se-Indonesia. Dunia juga kali ya, kurang tahu juga denk.
Nah, minggu malam aku dan Yani rencanain main sepeda besok pagi sambil menyantap eskrim duren yang super duper nikmat itu. You must try it, "Ganti nan lamo" judul rumahnya :)
Oya, sudah tahu Yani kan? My friend from Maria's skul.

Back to topic, kita sepakat jumpa depan taman budaya jam steng 7. Desi dan Kris juga ikut, itu, mereka sama-sama ngajar di smp Maria. Desi guru Inggris dan Kris guru Bio (informasi lebih lanjut langsung tanya orangnya). Karena Yani telat, rumahnya paling jauh sih, maka smua kumpul di rumah ku jam 7 pas.
 Kris merengek ingin jalan kaki dari tempat ku ke rentalan sepeda

' gila mu kris, jalan sejauh itu. Dak talok aku o' jawab Desi.  Aku dan Yani setuju mengiyakan sambil ngejek Kris. Emank, kadang tuh anak rada lain.

Akhirnya kita sampai dan langsung rental sepeda. Perginya naek motor kale, bukan jalan kaki.
Nah, ini bukti senin pagi kami menyenangkan :)


 Desi, aku, Kris dan Yani

Tau ni lagi ngapain

Itu siluet Kris 

Yani lagi pisss passs passs
 
Informasi paling penting sekali, semua masih pada jomblo :D

:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Old

What can i do if time flow too fast, exept save all memory that i can remember. And i see, that i grow old and old.













:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengajar

Aku memutuskan untuk berhenti.
Aku tahu, mulianya mengabdi bagi jiwa
hanya saja ada titik yang semakin lama semakin besar
menelan dan menenggelamkan.

Jika nanti, langit tak berpihak,
atau mungkin dunia menganggapku tak ada,
jika nanti ku terseok membawa diri,
ataupun keadaan semakin buruk,
maka aku berharap saja, semoga mentari tetap bersinar.
Dengan begitu aku tetap bisa berjalan di hari siang.








:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Main sepeda





Nama cewek ini? Elvi danYani. Elvi itu aku, dan Yani itu teman kerjaku, dan susah banget ngenalin dia klo lagi di luar sekolah. Biasa berpenampilan rapi kalo ke sekolah, dan pagi itu pas dia jemput aku di rumah, I was surprised. Hampir dak kenal. Feminim gitu, datang-datang gaya preman. :) 

Dia ajak main sepeda. Udah lamaaaaaaaaaaaaaaa banget gak lagi.

Dulu sekali, aku punya teman yang suka main sepeda. I always follow her. She have bikecycle, but I haven't. Yah, aku sering pinjam sepedanya. Dia baik hati kok, aku dikasih pinjam. :)
Main sepeda dulu itu, semacam candu yang sulit dilepas. Aku sampai rela gantiin mom beli ikan pagi-pagi, tempatnya para ibu belanja, sejauh dua kilometer lebih, asal naik sepeda. ckckck... dan aku sampe nangis-nangis minta sepeda, but my dad can't gave. We dont have enough money for buy it. Kasihan sih, tapi gak ngurangin kebahagiaan kok (baru ku sadari setelah dewasa).

Sekarang, jauh berbeda dengan dulu. Kendaraan semakin canggih dan sepeda mulai ditinggalkan. Aku aja lebih milih beli motor ketimbang sepeda, yah pertimbangan faktor kebutuhan juga sih. Dan, sekarang sepeda hampir memasuki daftar barang antik. Tapi masih bisa ditemui di mana-mana kok, coba aja jalan sekitar Taplau, pesewaan sepeda cinta bejubel. 
Gak tahu sepeda cinta? Jomblo sih *ikutan gaya Raditya Dika. 
Itu loh, yang sepeda buat bedua orang.

Nah, kembali ke pagi itu...
Aku dan Yani ngos-ngosan ngayuh sepeda yang rasanya pelan banget bergeraknya, di pagi menjelang siang, dikarenakan matahari mulai nyengat. Akibat bangun kesiangan. :)

Foto ini akan kelihatan lebih cantik,
kalo dilihat dengan kepala miring. Must try.

Ini juga, kalo dilihat dengan posisi kepala
90 derajat diukur dari leher, 
keren banget tuh buat segitiga siku-siku.


Vi
:)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku melihat ketiadaan

Awalnya ku kira kau bahagia,
tebar kelopak tawa di sepanjang jalannya hari
kau bentang gurau
yang hidupkan ruang dan waktu

lalu mengapa ku lihat kau hampa?
tertawa sedang matamu bersendu
ku dalami hatimu, ku lihat ketiadaan.


:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rindu

Ada rindu di dahan senja, menggelayut manja hingga menggelap.
Ah, aku ingin mendengar lagi lagu itu, sungguh. 

Senja menjingga, merangkak pulang ke rumahnya,
seakan tak rela untuk pergi. 
Aku di sana, menatap dua punggung yang saling menyandar.
Mereka akan bahagia, akan...

Ku balikkan pandangan, bangunan tua itu masih tetap kokoh,
ia sendiri, seperti ku.




:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mereka dan nari Korea.



Wednesday, 5:27 am.

‘ kakak, ada makanan gak? Aku lapaaaaaaarr’ ucapku lewat telpon selulerku.
‘ ada, datanglah’ jawab seseorang di sana dengan singkat.

Aku bergegas menuju rumah besar yang makanannya berlimpah itu. Sebuah rumah yang disebut Keuskupan. Kokinya, seorang gadis Nias yang masakannya enak sekali, seorang yang ku panggil kakak, yang mengajarkanku banyak hal dari perjalanan hidupnya. Dia baik. 

Aku suka menghabiskan weekend di sana, selain karena tak perlu khawatir tentang makanan, kita suka cerita-cerita, nonton bareng, dan ini yang paling penting, nari bareng. Kita putar kaset boyband/girlband Korea, udah… semua sibuk niru gerakan para bintang. Lucu abis. Ini penghilang stress ku no. 3. J
Kakak punya adek yang tinggal dan berkerja bersamanya. Jadi kami ada 3 orang, mengguncang Keuskupan yang sepi dengan tawa menggelegar (kayak petir aja) dan joged yang beserakan.
Mereka orang terdekat no.3-ku di kota ini. Yang buatku nyaman adalah aku bisa tampil apa adanya dan menjadi diri sendiri saat bersama mereka. That’s important.
 


 yang satu lagi nyasar.

:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS