Aku baru merasakan sakitnya tak punya uang. Biaya hidup yang
selalu meningkat sedangkan pendapatan sangat sangat sangat minim. Belum lagi pajak
yang selalu menuntut untuk dibayar. Pinjam sana pinjam sini tak dapat,
akhirnya, terpaksa, harus meminjam di bank. Dengan bunga yang tak menentu,
pinjaman semakin banyak. Aaaaaa susahnya kalau kalah main monopoli L
Ya, dalam 10 kali pemainan aku kalah 8 kali. Padahal sudah
menggunakan management ekonomi dengan
sangat baik.
Tapi ketika dewi fortuna sedang memihak, menang telak,
dengan 2 kartu bebas penjara di tangan (1 kartu : Rp.500.000,-), dengan jumlah
tanah dan hotel yang banyak, uang yang banyak, aku malah pusing duit sebanyak
itu buat apa. Aku sampe nanya sama gendut (adek), duit ni bagusnya diapain, dia
bilang “kita buat bakwan aja” hahaha, dasar gendut.
Akhirnya hari itu kami nggak buat bakwan, tapi buat mie
goreng, tentu pake duit beneran. Dan yang buat itu bukan kami ( kami: aku,
Ninong dan gendut si bungsu), tapi mom. Hahaha
Ah, tentang permainan monopoli, kenapa di korea nggak
digambarin SNSD atau EXO aja? biar lebih keren, dan di Thailand kenapa nggak di
gambarin ladyboyThailand yang cantik? Dan kenapa Indonesia tuh harganya paling
murah? Waahh, ga adil ni.
Btw, sekarang jam stengah 11, jadi gendut belum pulang sekolah
dan ninong tumben ke ladang, jadi nggak ada lawan buat main monopoli. Kan nggak
lucu kalo main sendiri. Ini sama kayak waktu menang telak, punya banyak uang
tapi nggak tau buat apa. Kita bisa aja nguasain permainan monopoli sendiri,
tapi buat apa kalau nggak ada orang di sekitar kita yang bisa ketawa dan kesal
bareng?
Hidup juga begitu. Jangan tanya gimana, pokoknya gitu.
Inget aja kalo lagi punya banyak duit dan nggak tau buat
apa, buat bakwan aja. Hahaha.
:) Vi



















