RSS

Fisika yang menyebalkan. Dinikmati jadi memusingkan. Tapi ku cinta...

Fisika yang menyebalkan. Dinikmati jadi memusingkan. Tapi ku cinta...

0

Aku hanya baru tahu kebenaran, jika tidak pastilah dari dulu aku berhenti. 
Dan kau tidak cukup jantan untuk mengatakannya langsung.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perpisahan PL SMA 7 :)

Ada sekitar 32 orang mahasiswa yang PL di SMA 7 Padang, dan angka itu diluar UBH (Universitas Bung Hatta). PL adalah Praktek Lapangan. Nah, bagi kami yang bercita-cita ingin menjadi guru, ataupun yang nyasar jadi guru, PL nya dalam bentuk mengajar langsung di sekolah. Gunanya adalah untuk menambah pengetahuan, pengalaman dan keberanian untuk mengajar (mungkin).

Kurang lebih 4 bulan mengajar, akhirnya PL selesai. Banyak waktu yang dilalui bersama sesama mahasiswa PL, terutama yang piket (aku tidak termasuk, aku bahkan gak pernah piket sekalipun. hehehe :p). Disaat jam kosong dan jam istirahat, kami akan berkumpul, berserak dan terlantar di depan kantor. Lalu bercanda make some joke dan berbagi cerita pengalaman mengajar. Banyakan sih jelek-jekekin siswa. Hahahaha...
Wajar sih, karena siswanya emang jelek. Maksudnya bandel :)
Terus cari makan bersama (kayak ayam aja cari makan :D) ke kantin bareng... (Aku jarang, soalnya lagi diet sering bawa nasi dari rumah)

Aiiii... (Menghela napas)
Nggak bakal terulang lagi... (Mank gak niat ulang sih. gila aja PL pake ngulang, cukup Elektromagnet saja yang diulang)

Karena mungkin dalam waktu lama gak ketemu, so diadain acara perpisahan. Yang pertama perpisahan mahasiswa PL dengan sekolah. Ya, acaranya sederhana aja. Abis acara pelepasan oleh  Kep-Sek, dilanjutin acara salam-salaman, cipika-cipiki, peluk-pelukan sama sekolah + tiang benderanya. Terus lanjut dengan makan gak bareng. Guru dengan guru di kantor, anak PL dengan anak PL dekat toilet. Hahaha... gak koq. Di kelas baru samping perpus, samping toilet jg sih. :D

Lusanya, kami jalan-jalan ke Pantai Air manis. Cuma anak PL, soalnya harga tiket lagi naik. So gak bisa bawa sekolah. Apalagi sekolah beraaaaattt bgt, gak diet2 dia.
Acaranya juga sederhana... Nunggu di pinggir jalan sekitar 60 menit, panas-panasan baca: foto depan rektorat UNP 15 menit, terus nunggu lagi 30 menit, then... cabuuuuuttttt.
Sampai simpang Pantai, nunggu lagi 30 menit, sampai Pantai langsung makan, siap makan main air + kodak-kodak. Setelah itu, pulang kayaknya. Lupa juga. hahahaha...

Yah, intinya serulah. itu aja. :D
Oya, ada oleh-oleh dari sana. Cekidot!!!


 
Simpang Pantai Air Manis


 Siap-siap untuk makan


 Makan gak bareng  yang saya bilang deket toilet :)


Lagi. Simpang Pantai Air Manis

 TKP (Gosip: Cowok sama cewek baju biru di sampingnya, baru jadian. Kenalnya pas PL. cuit cuiiitt)

 Sebelum pulang, singgah ngebaks dulu deket Tabing. Basah-basah tu. 


*Oleh-oleh lain masih sama fotografer.



:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sedih juga...

Hari ini terakhir ngajar. :) Senang, karena artinya I'm free.

Tapi sedih juga, karena gak bakal ketemu lagi sama anak-anak itu. Akan rindu pasti.

Sempat ucapkan kata2 perpisahan, dan mereka nyanyi2an,,,

Hiks.. :'( Mau peluk mereka...



:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dua hal yang berbeda

Tak ada yang indah saat menunggu. Serasa jarum jam bergerak dilama-lamakan, ntah oleh siapa.
Seperti menunggu secangkir teh yang terlalu panas untuk menjadi hangat di tenggorokan. Namun tiba-tiba, ia sudah dingin saja. Meninggalkan manis yang hambar.

Yang ingin ku katakan adalah...
tak ada yang indah saat menunggu. 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Besok kita akan bertemu, setelah kau antar senyum pagi tadi. 
Besok akan menjadi indah bukan?
Ah, tugas-tugas ini semakin rumit saja. 
Dan keadaanku semakin memburuk. 

Aku mulai menutup pintu dan meringkuk di samping tempat tidur.
Kemarin lalu aku masih menyanyi dan memetik gitar.
Namun memandang langit di balik daunan menjadi keseharianku.
Ah, hidup terasa berat saja.

Aku butuh pertolongan untuk jiwaku,
karena ia semakin habis saja dari tubuhku.
Besok kita akan bertemu bukan?
Besok akan menjadi indah bukan?

:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Janji ku

Aku memintamu, hingga kau kesusahan. Bisa ku bayangkan, bagaimana pusingnya.
Tapi aku terlalu pecaya diri...
Sehingga aku memanjat jendela, menjulurkan kepala agar bisa melihat.
Dan kau di sana, duduk dengan kaus ungu.
Lalu aku melambai, memanggil nama mu, sedang aku sudah memakai bedak. 
Dan aku sedikit kecewa, karena begitu melihatku,,, bukan senyum.
Aku menangkap kemarahan dan kesal mungkin, menginginkan ku untuk cepat2 turun.
Ku ambil tas ku, pamit pada pemilik jendela, sambil bergumam dalam hati...
Ku janji, ini yang terakhir.

Lalu aku akan selalu mengalah, untuk kebersamaan yang membuatmu lebih baik, daripada kebersamaan bersamaku.

:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kesal dengan dosen pembimbing

Belum tua sudah menyebalkan. apalagi tua nanti?
Emank dari awal, sudah ill feel samanya.

Apa? dia gak suka gaya saya?
waaww, saya lebih gak suka gayanya. dilihat dari segi manapun!!!!




:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Someone tell me

Beberapa waktu terakhir ini, makin akrab dengan angkot. no no, bukan kencan. angkotnya jadi tumpangan buat ke skul :). masih dalam pelukan PL.
Di angkot, banyak ketemu orang. Ada anak skul, mahasiswa, sesama PL, guru, pegawai, ibu2 rumah tangga, nenek2, bapak2, tante2 dan banyak lagi. Kadang risih juga, dan jauh dari nyaman jika duduk bersempit-sempit dengan laki-laki, apalagi sambil merokok. huh,,, yang gak pusing jadi pusing. masih penyakit lama, mabok jalan, kecuali jalan kaki.


Ada.... saat liat ibu2 yg lagi anterin anaknya ke skul, jadi teringat... mungkin suatu saat nanti, aku juga bakal keq gitu. gak capek ya? antar jemput anak?
mungkin akan ku rasakan nanti. seberapa capeknya.


Dan ketika sepayung nunggu angkot dengan nenek, yang masih jeli indranya, hanya jalannya saja yang pelan dan punggung yang bongkok,.. nanti, jika umur ku panjang, tentu aku juga akan sepertinya. dia kebasahan, lupa bawa payung mungkin. apa suaminya masih ada? kemana anak2nya?
hmm.. mungkin tak sempat menghantarnya.


Wah, aku benar-benar gak punya cita-cita tinggi sebagai perempuan. Hanya ingin menjadi seperti ibu ku. Punya keluarga kecil, sederhana, dan bahagia.Tentu saja tak ada laut yang tak berombak, dan terkadang dilanda badai besar. tapi, kalau aku bisa seperti ibu ku, semua akan baik-baik saja. Lagian Tuhan sudah janji, Dia selalu bersama ku.


Seseorang bilang, karena aku perempuan, maka baiklah mencari pasangan hidup yang tepat, yang menyayangi ku, lebih dari aku menyayanginya. karena... belajar dari pengalaman orang lain, katanya.

kalo saja orang itu adalah dia, mungkin aku gak akan khawatir.

:) Vi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS